Subscribe

RSS Feed (xml)



Powered By

Skin Design:
Free Blogger Skins

Powered by Blogger

Wednesday, September 30, 2009

Kisah pungguk rindukan bulan


pungguk menatap bulan
hatinya girang
biar bulan jauh diawan
biar tak dapat dipegang..


pungguk menatap bulan
merisik khabar dalam diam
bulan menghilang dan menghilang
terbenam dalam awan
pungguk pun kerinduan..


alam memerhati mohon pengertian
malam keanehan membuah pertanyaan
pungguk, ada apa pada bulan?
bulan itu penuh lubang-lubang
bulan itu cahayanya pinjaman
bulan itu hanya khayalan
bulan itu....


dan..


lama pungguk kebisuan
sambil menatap bulan
pungguk tersenyum rawan
bicara pungguk tanpa keluhan
pungguk tak minta dikasihan
pungguk tak minta balasan
cinta pungguk tak perlu alasan
rindu pungguk bukan penantian
sayang pungguk penuh keikhlasan
pungguk dan bulan
masing-masing makhluk Tuhan


alam keharuan..
kisah pungguk menitiskan hujan
cinta pungguk dijadikan teladan


Malam bertegas dengan bantahan
bulan dikejauhan perlu dilupakan
bukankah Tuhan ciptakan semuanya berpasangan
bangkit pungguk, jangan terus berkhayalan
jangan terus bertepuk sebelah tangan


pungguk disentap dilema kerasukan
dilema pungguk membuah sebuah pertanyaan
perlukah bulan dilupakan?


Wahai bulan,
tolong berikanku jawapan..

.................................................................................................


Ketika saya melihat bulan dijendela, saya terus teringat pada kisah pungguk dan bulan yang diabadikan dalam sebuah peribahasa. Suatu ketika sahulu, saya pernah menggunakan peribahasa ini tanpa memahami maksud tersirat disebaliknya.Alhamdulillah, hari ini Tuhan mengizinkan terciptanya sebuah ilham mengungkap kefahaman saya sebagai makhluk Tuhan yang biasa.Terima kasih Allah. Terima kasih juga pada pungguk dan bulan yang pernah membuah sebuah kenangan dalam diari usang sang alam.





Hanya menulis, kamu yang menafsirnya:

Khadijah Abd Latip
1:50 a.m. 30.Sept.2009
Kolej Pendeta Za'ba.UKM,Bangi.

2 comments:

anaklaut said...

salam.

Terang bulan mengisi kelam malam..
Indah sungguh cahayanya nikmat hakiki..
Terpandang bulatnya seri seribu..
Bulan.. kau tegar di situ
Sejuta memandang..

Bulan.. kau punya perindu..
Setia menanti.. berzaman..

Bulan.. kau punya pemuja..
Tawaduk memandang mu.. bila kau muncul..

Bulan.. kau punya Pungguk..
Perindu sepi.. pemuja zalil..

Apa dinanti lagi Pungguk?
Yang dinanti pasti tak datang..

Apa dikenang lagi Pungguk?
Yang dikenang pasti tak benar..

Apa diharap lagi Pungguk?
Yang diharap pasti tak capai..

Apa dipandang lagi Pungguk?
Yang dipandang pasti tak toleh..
Setia sungguh engkau Pungguk..
Rindu mu pada bulan tak tergadai masa..

Sepi sayu hati mu ku rasa sejuknya..

Kejam bulan hanya kerna..
dia tak mengerti.. harga rindu sang pungguk..

salam..ukhwah.

tulip putih said...

To anak laut:

wsalam,

bulan masih membisu seribu bahasa
pungguk tak tertahan rasa
bukan bulan tak mengerti
cuma bulan tak mahu peduli
begitu pungguk berprasangka

apakan daya
pungguk hanya makhluk biasa
cinta yang datang tak diminta
rindu yang hadir bukan dipaksa

cinta pungguk bukan luarbiasa
cinta pungguk suatu mujahadah

pungguk pasrah
pada yang Maha Esa
Dia yang menentukan segalanya
biar tiada peduli bulan padanya
doa pungguk selalu untuknya ada
semoga bulan selalu terang dengan cahaya
semoga bulan selalu tersenyum bahagia
dalam seri cahaya menyuluhi gelap gelita

dalam istikharah cinta pungguk yang tak sudah
pungguk temui hakikat cinta
cinta pencipta bulan yang indah
DIA menunggu pungguk sudah terlalu lama

Bukan pungguk mahu beralih arah
pungguk masih setia
cuma, hari ini pungguk menatap bulan yang indah
bersama rasa takjub pada yang Esa
sungguh tiada sia-sia DIA mencipta

Salam ukhuwah jg untukmu..
smga terus berbahagi rasa..